Friday, December 17, 2010

Propaganda dan peranan media di indonesia


 BY: ahmad zackiy F

1.0 Pengenalan

Tugasan ini akan coba untuk mengkaji dengan khusus berkenaan peranan media sebagai alat propaganda di indonesia. Ia akan di fokuskan kepada peranan media cetak maupun elekronik (internet) ini sebagai satu bentuk alat propaganda untuk mana-mana pihak yang bias mengatur media tersebut dan bagaimana proses sensorsip dilaksanakan di Indonesia. Tugasan ini juga akan coba untuk menjelaskan secara mendalam untuk mengenal pasti adakah media cetak, televisi dan internet mampu menjadi satu bentuk propaganda yang berkesan kepada pemerintah dan masyarakat di Indonesia.
           
Pada peringkat awal, kajian akan menjelaskan secara umum berkenaan kosep propaganda dan juga jenis propaganda. Ini bertujuan untuk memberi kepahaman umum tentang bentuk-bentuk propaganda dan juga sedikit tentang tekhnik-tekhnik propaganda yang sering digunakan dalam penyampaianya melalui media. Pemahaman kepada masalah-masalah umum ini amat penting bagi menjawab segala persoalan yang timbul di dalam tugasan yang dikemukan ini. Seterusnya, pembelajaran akan meneliti tentang sistem politik di Indonesia dengan memfokuskan peranan propaganda pemerintah di dalam politik local di Indonesia. Tugasan akan memfokuskan pada bahagian pertama tentang bagaimana pemerintah Indonesia menggunakan media cetak, televisi dan internet di dalam melaksanankan propaganda dan juga menyebarkan informasi.

Di harap pembelajaran tugasan ini dapat dijadikan satu tumpuan umum untuk meneliti potensi media kepada pemerintah Indonesia pada waktu akan datang dan juga sebagai satu penelitian bagi pihak pemerintah Indonesia tentang peranan media dalam melakukan propaganda dan counter-propaganda.

2.0 Definisi Propaganda

“Who says what, to whom, to which channel and with what effect.” (Lasswell, 1934).

Propaganda ialah percobaan yang dibentuk oleh orang perseorangan atau kelompok untuk membentuk, melindungi, atau mengubah sikap kelompok-kelompok lain dengan menggunakan alat komunikasi, dengan harapan bahwa dalam keadaan tertentu reaksi pihak yang dipengaruhi dengan cara yang demikian itu akan sesuai dengan kehendak pihak yang melakukan propaganda. Jadi, nampak jelas bahawa apa saja perbuatan atau tindakan promosi untuk menawarkan layanan atau jasa juga boleh dikatakan propaganda sekiranya tindakan itu termasuk dalam kampanye yang dirancang untuk mendorong terjadinya  tindakan tertentu dengan pengaturan pihak yang dijadikan sasaran propaganda itu.

3.0 Jenis-Jenis Propaganda
Propaganda bisa dibagikan kepada lima bagian iaitu :
1.      White Propaganda
2.      Grey Propaganda
3.      Black Propaganda
4.      Cohesive Propaganda
5.      Divisive Propaganda

White propaganda atau bisa dipanggil propaganda ‘putih’ adalah sejenis propaganda yang dikenal kesahihan serta ketepatan cerita atau berita yang ingin disampaikan. Propaganda jenis ini kebiasaannya akan melalui saluran yang dimonopoli oleh pihak pemerintah. Setiap maklumat yang disebarkan akan memberi kelebihan dan menonjolkan kebaikan pihak pemerintah. Contoh white propaganda di Indonesia adalah seperti Radio Republik Indonesia (RRI), Televisi Republik Indonesia (TVRI), Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), Trans TV dan Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI).

Grey Propaganda pula atau dengan kata lain sebagai propaganda ‘kelabu atau kabur’ adalah sejenis propaganda yang kurang ketepatan tentang informasi atau berita yang disebarkan. Propaganda jenis ini biasanya tidak diketahui penyebar yang menyebarkan informasi tersebut. Apabila sesuatu informasi disebarkan, kita jarang mengetahui identiti penyebar maklumat tersebut. Propaganda jenis ini juga kebiasaanya akan menolak sesuatu kekejaman yang dilakukan oleh kuasa-kuasa besar seperti Voice of America (VOA) yang memberi bantahan tentang penyertaan Amerika Syarikat dalam ‘Bay of Pig’.

Manakala Black Propaganda adalah sejenis propaganda tertutup atau tersembunyi. Propaganda jenis ini memberikan sumber informasi yang salah atau langsung tidak tepat. Penyebar propaganda ini juga akan menyebarkan informasi palsu dan akan memberi kesan buruk kepada orang atau negara yang dituduh itu.

Cohesive Propaganda pula adalah sejenis propaganda yang bersifat positif. Propaganda jenis ini lebih menjurus ke arah perpaduan dan mencipta nama yang baik. Selain itu, ia mempromosikan ikatan persahabatan dan meningkatkan moral sesuatu perkara yang disebarkan. Sebagai contohnya ialah semboyan Bhineka Tunggal Eka yang meinginkan seluruh rakyat Indonesia untuk tetap bersatu meskipun berbeda-beda kaum, ras, suku bangsa dan agama.

Ini berbeda dengan Divisive Propaganda di mana ia sejenis propaganda yang bersifat memecahbelahkan dan negatif. Penyebaran propaganda jenis ini akan menjatuhkan moral. Ia juga akan mencipta kekalahan dimana pada akhirnya akan melibatkan pergaduhan atau perselisihan faham. Propaganda jenis ini akan menimbulkan suasana panik dan mewujudkan pertengkaran. Sebagai contoh ialah penghinaan sesuatu kaum di Indonesia yang akhirnya dapat membawa perpecahan kaum di Indonesia (Dr. Strangelove, 1998)

4.0 Jenis-jenis media di Indonesia

Dalam bahagian ini akan coba untuk menyebutkan beberapa jenis dan peranan media di Indonesia iaitu media cetak ataupun media elektronik yang biasanya digunakan sebagai alat propaganda oleh kerajaan atau pihak-pihak tertentu untuk kepentingan mereka.

4.1 Televisi Republik Indonesia (TVRI)
Televisi Republik Indonesia (TVRI) adalah stesen televisyen yang mengudara pertama kalinya di Indonesia pada tahun 1962 di Jakarta. Pada awal mula di dirikannya TVRI hanya sahaja digunakan sebagai badan penyiaran publik yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Siaran perdananya hanya menayangkan upacara peringatan hari kemerdekaan repblik Indonesia yang ke 17 dari istana Negara. Siaran ini masih ditampilkan dengan warna hitam dan putih. Dan tvri kemudian meliput asian games yang di selenggarakan di Jakarta.

Pada tahun 1977, secara bertahap TVRI membangun stesen-stesen beserta tower pemancar baru di beberapa daerah Indonesia untuk memperluas jaringan dan menjadikan perwakilan di setiap daerah Indonesia. Adapun daerah-daerah yang di bangun stasion tersebut ialah:
1.  Jayapura
2.  Ambon
3.  Malang
4.  Kupang
5.  Semarang
6.  Pandung
7.  Pajarmasin
8.  Pontianak
9.  Banda aceh
10. Jambi
11. Padang
12. Lampung (http://www.tvri.co.id).

4.1.1 Peranan TVRI pada era orde baru
Pada masa 1974, TVRI diubah menjadi salah satu bahagian organisasi tatakerja department penerangan yang diberikan status direktokrat, langsung yang bertangung jawab pada direktur jendral radio, tv dan film, department penerangan Republik Indonesia. TVRI juga sekaligus menjadi alat komunikasi pemerintah untuk menyampaikan informasi tentang kebijakan pemerintah kepada rakyat dan pada waktu yang sama menciptakan two-way traffic (lalu lintas 2 jalur) dari rakyat untuk pemerintah selama itu tidak melakukan penyimpangan daripada usaha-usaha pemerintah. Dalam pelaksaaan kerjannya TVRI baik di kota mahupun yang berada di luar daerah haruslah meletakkan tekanan kerjanya kepada integrasi, supaya TVRI menjadi suatu well-intergrated mass media (media massa yang boleh mengiterasikan masyarakat Indonesia dengan baik) kerajaan.

4.1.2 TVRI era reformasi
Pada awal juni tahun 2000, telah dkeluarkan peraturan oleh pemerintah iaitu no.36 tahun 2000 yang merubah status TVRI menjadi badan persendirian, yang secara organisasinya berada di bawah pembinaan dan bertanggung jawab kepada department keuangan Republik Indonesia. Dan seterusnya di ikuti lagi oleh keluarnya beberapa undang-undang seperti no.61 tahun 2001 dan no.32 tahun 2002 yang menayatakan bahawa TVRI sebagai stasen televisyen tertua di Indonesia yang mempunyai jangkauan mencapai seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah penonton sekitar 80% penduduk Indonesia. Dan juga lembaga penyiarannya yang berbentuk badan hukum yang didirikan Negara berfungsi sebagai melandasi semangat penyiaran umum yang bertujuan untuk memberikan layanan informasi kepada public yang bersifat netral, mandiri dan tidak bersifat komersial (http://www.tvri.co.id).

4.2 Televisi Pendidikan Indonesia (TPI)
Pada awal pendiriannya, TPI hanya ingin menyiarkan siaran edukatif saja. Salah satunya dengan bekerjasama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyiarkan materi pelajaran pendidikan menengah. TPI merupakan stasen swasta milik keluarga cendana iaitu milik anak Sulung presiden Suharto yang bernama Siti Hardiyanti Rukmana (http://www.hamline.edu./apakababar/basisdata/1998/02/22/0006.html). Pada tahap awal pendiriannya, TPI berbahagi saluran dengan televisi milik pemerintah iaitu TVRI. Perlahan-lahan mereka mengurangi misi edukatif, dengan juga menyiarkan acara-acara lain, termasuk kuis-kuis dan sinetron sebagai selingan. Dan pada masa orde baru sering sekali TPI dijadikan alat penyampaian maklumat oleh keluarga cendana sebagai mempromosikan kegiatan kerja yang dilakuakan oleh pemerintah (khususnya keluarga cendana) dalam menangani kes-kes yang terjadi di Indonesia dan memberikan bantuan secara sukarela. Akan tetapi pada massa Kini, program edukasi (pendidikan) sudah tergusur, dan TPI fokus di program acara musik dangdut, seolah acara lain yang disebut 'makin Indonesia' dalam motto barunya seakan tenggelam oleh hingar bingar acara dangdut di TPI. Bahkan TPI sebagai kependekan dari Televisi Pendidikan Indonesia sudah tidak berlaku lagi. Dalam website resmi TPI, disebutkan TPI adalah Televisi Paling Indonesia, sesuai dengan misi barunya, yakni menyiarkan acara-acara khas Indonesia seperti tayangan sinetron lokal dan musik dangdut.

4.3 Radio Republik Indonesia (RRI)
Merupakan radio pertama milik pemerintah Indonesia yang di dirikan pada tarikh 11 september 1945 dengan slogan RRI adalah “sekali diudara tetap diudara”(http://www.rri-online.com). Pada awal kemerdekaan Indonesia stasiun radio ini berfungsi sebagai penyampaian informasi oleh kerajaan Indonesia kepada seluruh rakyat Indonesia yang berada dalam jangkauan yang sangat luas. informasi yang disampaikan berupa peristiwa-peristiwa yang terjadi di bahagian Indonesia dan seputar tentang kerajaan di Indonesia. Pada tahun 2002 telah di keluarkan undang-undang no 32 tahun 2002 yang berisikan tentang RRI saat ini berstatus adalah lembaga penyiaran public dan bersifat independent, netral, tidak comersial dan berfungsi melayani kebutuhan masyarakat.
 
4.4 Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI)
PT. rajawali citra Televisi Indonesia  ini merupakan stasiun swasta pertama kali di Indonesia. Berdiri pada tanggal 21 agustus 1987. dengan jangkauan yang luas dan meberikan program-program yang bersifat hiburan membolehkan RCTI ini menjadikan televisi swasta yang paling banyak diminati oleh rakyat Indonesia. Dalam hal ini RCTI merupakan ladang yang subur bagi para periklanan dalam mempromosikan product-product mereka kepada masyarakat Indonesia (http://www.rcti.tv/aboutus/aboutus.php). Dalam memberikan layanan kepada kerajaan RCTI juga ikut serta dalam menyiarkan infromasi pemerintah dalam bentuk news online contoh dunia dalam berita, sekilas info dan sebagainya.

4.5 surat kabar Kompas
Kompas adalah nama dari pada koran Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Kompas adalah bahagian daripada kelompok kompas gramedia, selain media cetak kompas juga memiliki edisi online yang berisi berita-berita yang diperbaruhi secara actual. Ide awal penerbitan harian ini berasal daripada jendral ahmad yani yang mengutarakan keinginananya kepada fran seda untuk menerbitkan surat kabar yang berimbang kridibel dan independent. Fran kemudian mengemukakan keinginan itu kepada dua teman baiknya P.K. ojong (1920-1980) dan Jakob Oetama. Dalam melaksanakan terbitan media tersebut jakob di jadikan editor utamanya. Awal mulanya akbar ini diterbitkan dengan nama bentara rakyat. Atas pernyataan presiden sukarno nama akbar ini di ubah menjadi kompas sebagai media pencari fakta segala penjuru. Dan pada masa media kompas ini merupakan koran paling terbesar dan terpopular di Indonesia. koran ini juga boleh di didapati secara cetak maupun online.

5.0 Undang-Undang media di Indonesia
Pada tahun 2002 pemerintah Indonesia telah memebentuk kebijakannya dalam mengeluarkan undang-undang terhadap media dalam memberikan informasi dan manfaat penyampainnya kepada masyarakat di Indonesia. Dalam undang-undang tersebut telah di jelaskan bagaimana media di Indonesia boleh menyampaikan informasi secara tidak terbatas dan tetap terkawal oleh undang-undang baru yang telah di tetapkan. Adapun isi daripada undang-undang media tersebut mempunyai 12 bab yang telah digubal oleh mentri komunikasi di Indonesia dan diberikan haknya kepada seluruh media yang ada di dindonesia.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga mengeluarkan Undang-Undang No. 32 (UU No. 32) tentang penyiaran. Dalam undang-undang tersebut disebukan bahawa bahwa media di Indonesia hendaklah berfungsi untuk menjaga integrasi nasional, berbagai masyarakat Indonesia dan terlaksananya otonomi daerah maka perlu dibentuk sistem penyiaran nasional yang menjamin terciptanya pengaturan informasi nasional yang adil, merata, dan seimbang guna mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam UU No. 32 juga menjelaskan bahawa lembaga penyiaran merupakan media komunikasi massa yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi, memiliki kebebasan dan tanggung jawab dalam menjalankan fungsinya sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, serta mengtrol dan mempererat kehidupan sosial masyarakat.

6.0 Bagaimana pelaksaan sensorsip di Indonesia
Dalam pelaksanaan sensorsip di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang No. 8 tahun 1992 yang berisi mengenai proses sensorsip di Indonesia. Antara isi dalam Undang-Undang tersebut ialah:
·         Penyensoran film dan iklan sebagaimana dilakukan oleh sebuah badan sensor film negara.
·         Penyelenggaraan sensor film dan iklan dilakukan berdasarkan pedoman dan kriteria penyensoran.
·         Pembentukan, kedudukan, susunan keanggotaan, tugas, dan fungsi lembaga sensor film, serta pedoman dan kriteria penyensoran diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
·         Proses sensorsip ini dilakukan terhadap semua film dan iklan yang dihasilkan oleh perusahaan pembuatan film local maupun terhadap film luar negara.
·         Film dan iklan yang telah mendapatkan lulus sensor akan diberi tanda lulus sensor oleh badan sensor film negara dan kemudiannya baru dibenarkan untuk disiarkan kepada masyarakat.
·         Film, iklan film, atau potongannya yang ditolak oleh badan sensor film dilarang diedarkan, diekspor, dipertunjukkan, atau ditayangkan, kecuali untuk kepentingan penelitian atau penegakan hukum.
·         Selain tanda lulus sensor, badan sensor film negara juga menetapkan penggolongan usia penonton bagi film yang bersangkutan.
·         Terhadap film yang ditolak oleh badan sensor film negara, perusahaan film atau pemilik film dapat mengajukan keberatan atau pembelaan kepada badan yang berfungsi memberikan pertimbangan dalam masalah perfilman.

Terdapat juga kebijakan pemerintah indonesia dalam melakukan sensorship terhadap media apabila media memberikan informasi terhadap beberapa kasus yang terjadi di indonesia. Yang mana kasus tersebut boleh membahayakan persatuan negara indonesia. Seperti contoh banyak terjadi pelakuan sensorship terhadap konflik yang terjadi di aceh, maluku dan Timor-Timor. Ini disebabkan  kerana kasus-kasus tersebut memberikan dampak negatif kepada rakyat indonesia dan bisa mengancam kedaulatan negara indonesia (Junarto Imam Prakoso, 2001).

6.0 Analisis Kasus; sejauhmana peranan media dan keberkesanan media sebagai alat propaganda di Indonesia
  • Bagaimana media dapat memebentuk nasioalisme?..
Media merupakan salah satu alat propaganda yang paling berkesan dalam menyampaikan maklumat untuk mencapai target dan boleh memberikan efek kepada yang di tujukan. Dalam hal ini kerajaan di indonesia pun sama halnya dalam melakukan propagandanya melalui media yang bertujuan untuk mempertahankan kuasanya dan juga untuk mempertahankan kedaulatan di Indonesia. Dapat di lihat daripada peranan-peranan media di indonesia masih lagi di kawal oleh pemerintah masih bisa lagi mempengaruhi masyarakat melalui media sperti contoh banyak sekali lagu-lagu kebangsaan (Indonesia Raya, Dari Sabang sampai Meraouke) ataupun iklan-iklan yang yang dibuat untuk mempromosikan indonesia mengenai budaya,daerah dan kelesatarian wilayah indonesia.

Maka daripada iklan dan lagu-lagu tersebut pemerintah mempunyai tujuan untuk  membangkitkan rasa cinta tanah air kepada rakyat indonesia. Dan dari media ini juga pemerintah boleh menyampaikan berita-berita yang berfungsi untuk mengembalikan rasa perpaduan oleh bangsa indonesia seperti yang telah di terakan dalam lambang burung garuda (Bhineka Tungal Ika). Selain itu Media Indonesia juga berperan penting dalam menyampaikan berita-berita yang terkait dengan masalah-masalah luar negara yang bisa membangkitkan dan memberikan kesan propaganda terhadap rakyat Indonesia yang bertujuan untuk mencipatakan persatuan.

Adapun beberapa isu yang di bangkitkan  seperti mengenai pelangaran hak asasi manusia (HAM) dan pelangaran teretorial negara indonesia. seperti contok kasus yang terjadi pada tenaga kerja indonesia di malaysia, kasus pulau ambalat yang melibatkan konflik perbatasan antara Indonesia-Malaysia dan kasus terorism yang dilancarkan kepada umat muslim membuat rakyat Indonesia bersatu disebabkan indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia. Dalam hal ini media di indonesia tidak hanya memberikan informasi kepada masyarakat indonesia akan tetapi juga boleh memberikan pengaruh dan pendanganya terhadap rakyat.  

  • Bagimana media digunakan oleh pemerintah atau parti politik?
Media di Indonesia tidak hanya memberikan layanan kepada setiap perusahaan yang menginginkan produk-produknya untuk di promosikan. Akan tetapi juga media di indonesia digunakan oleh pemerintah untuk memberikan propaganda dalam menyikapi suatu kebijakan baru. Daripada beberapa media yang popular di Indonesia baik media cetak maupun elektronik ialah milik dari anggota pemerintah atau partai politik tertentu. Dan hanya 95% media indonesia  bertujuan komersial  yang bertujuan untuk penjualan iklan akan tetapi 5% ditujukan untuk memberikan pembujukan terhadap rakyat oleh pemerintah. Adapun agenda politk yang digunakan melalui media ialah dapat dilihat ketika Indonesia memasuki era pemilihan presiden. Kebanyakan media di Indonesia terlibat melakukan propaganda dalam memberikan pandangan dan pengaruhnya terhadap partai-partai politik yang akan bertanding.

7.0  Kesimpulan

Media merupakan alat propaganda yang paling berpengaruh dalam melakukan pembujukan untuk mencapai tujuan. Dan media juga merupakan aktor yang penting dan bebas dalam menyebarkan informasi untuk membangun negara. Media di indonesia digunakan dalam membantu pihak pemerintah untuk menyebarkan informasi sekaligus memberikan pandangan yang bisa  memberikan pengaruh kepada rakyat indonesia. Dan kadangkala media di indonesia yang telah diberikan undang-undang kebebasan penyiaran bisa juga menjadi suatu ancaman kepada pihak pemerintah, jika pihak pemerintah tidak boleh mengotrol media di indonesia yang terlalu bebas dalam berpendapat.

Reference

Baran, Stanley. J dan Davis, Dennnis. (2000). Mass Communication Theory. Canada: Wadworth a division thomson learning.

Biagi, S. (1988). Media Impact AN Introduction to Mass Media. New York: wadworth, inc.

Ignatius Haryanto. (2007). Propaganda, Kuasa dan Pengetahuan. Diambil dari: http:www.propaganda/propaganda-kuasa-dan-pengetahuan.html. Diakses pada: 25 Mac 2008.

Rajawali Citra Televisi Indonesia. Diambil dari:http://www.rcti.tv/aboutus/aboutus.php.
            Diakses pada: 25 Mac 2008.

Radio Republik Indonesia. Diambil dari: http://www.rri-online.com. Diakses pada: 23 Mac 2008.

Undang-Undang No. 8 Tahun 1992 Tentang Perfilman. Diambil dari: http://www.UU%208%20TAHUN%201992%20-%20PERFILMAN.htm. Diakses pada: 25 Mac 2008.


0 comments:

Post a Comment